Langkah-Langkah Sholat Dhuha Lengkap Dengan Gambar
Langkah-Langkah Sholat Dhuha
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada pagi hari saat matahari telah terbit dan mulai meninggi, yaitu minimal matahari telah meninggi satu tombak atau sepenggalah, sampai menjelang Dzuhur (kurang lebih antara jam 07.00 – 11.00 WIB). Sholat Dhuha sunnah dilaksanakan sedikit-dikitnya 2 raka’at dan sebanyak-banyaknya 12 raka’at.
Seperti halnya sholat-sholat sunnah lainnya, sholat dhuha dikerjakan setiap dua raka’at salam. Kami uraikan pelaksanaan sholat dhuha empat rakaat dengan setiap dua raka’at salam, sebagai berikut:
Rakaat Kesatu
Berdiri tegak menghadap ke kiblat dengan membaca niat sholat sunnah dhuha.

Bacaan niat sholat sunnah dhuha :

Ushallii sunnatadh-Dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Dhuha, dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala.
Melakukan takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua tangan, dengan posisi kedua telapak tangan berada di samping telinga, seraya mengucapkan “Allaahu Akbar”.

Menyedekapkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri seraya mengembangkan jari-jari tangan kanan dengan cara menggenggam tulang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan.

Setelah tangan berada pada posisi itu secara sempurna, hendaklah dibaca doa iftitah berikut ini:

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya :
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).
Kemudian membaca surat al-Fatihah :

Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Dalam pelaksanaan sholat Dhuha, pada raka’at pertama, sesudah membaca surat al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat Asy-Syams.

Bismillahir-rahmanir-rahim. Wasy-syamsi wa dhuhaha. Wal qamari iza talaha. Wan-nahari iza jallaha. Wal-laili iza yagsyaha. Was-sama’i wa ma banaha. Wal ardi wa ma tahaha. Wa nafsiw wa ma sawwaha. Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha. Qad aflaha man zakkaha. Wa qad khaba man dassaha. Kazzabat samudu bi tagwaha. Izim ba’asa asyqaha. Fa qala lahum rasulullahi naqatallahi wa suqyaha. Fa kazzabuhu fa’aqaruha fa damdama ‘alaihim rabbuhum bi zambihim fa sawwaha. Wa la yakhafu ‘uqbaha.
Artinya :
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya (gelap gulita), demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan), demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-Nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (zalim), ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina dari Allah ini dengan minumannya.” Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah). Dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.
Kemudian melakukan ruku’. Yakni dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”, lalu badan membungkuk, kedua tangan memegang lutut, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:


Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan :


Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian membaca doa i’tidal

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.
Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Kemudian dilanjutkan dengan melakukan sujud, yakni meletakkan dahi ke bumi (lantai, tempat sholat), seraya membaca doa :


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan “Allaahu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna, hendaklah dibaca doa berikut ini :


Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya :
Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.
Lalu kembali melakukan sujud yang kedua kali.


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian bangun untuk berdiri tegak sambil membaca :

Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian membaca “Allahuakbar” dan dilanjutkan dengan bersedekap.

Rakaat Kedua
Kemudian membaca surat al-Fatihah :

Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Pada rakaat kedua setelah membaca surat al-Fatihah disunnahkan membaca surat Ad-Duha.

Wad-duha. Wal-laili iza saja. Ma wadda’aka rabbuka wa ma qala. Wa lal-akhiratu khairul laka minal-ula. Wa la saufa yu’tika rabbuka fa tarda. A lam yajidka yatiman fa awa. Wa wajadaka dallan fa hada. Wa wajadaka ‘a’ilan fa agna. Fa ammal-yatima fa la taqhar. Wa ammas-sa’ila fa la tanhar. Wa amma bi ni’mati rabbika fa haddis.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah), dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu, dan sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada permulaan. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu). Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya). Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Kemudian melakukan ruku’. Yakni dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”, lalu badan membungkuk, kedua tangan memegang lutut, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:


Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan :


Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian membaca doa i’tidal

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.
Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Kemudian lanjut dengan melakukan sujud, yakni meletakkan dahi ke bumi (lantai, tampat sholat), seraya membaca doa :


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna, hendaklah dibaca doa berikut ini :


Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya :
Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.
Lalu kembali melakukan sujud yang kedua kali.


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahhud Akhir ini adalah, hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak. Hendaknya tangan yang kanan diletakkan di atas paha yang kanan, dengan posisi jari-jari yang menggenggam, kecuali jari telunjuk dan ibu jari, maka hendaklah kedua jari ini dibiarkan menjuntai (tidak dalam keadaan menggenggam). Lalu, hendaklah jari telunjuk ditegakkan ketika orang yang sholat mengucapkan kalimat “illallah”, bukan saat ia mengucapkan kalimat “laa ilaaha”. Pada sisi yang lain, hendaklah tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang. Bacaan dalam Tasyahhud Akhir ini adalah sebagai berikut :


At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin.
Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya :
Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) untuk Nabi Muhammad.
Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).
Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan salam (assalaamu’alaikum wa rahmatullaah), yang diikuti dengan menengokkan wajah ke kanan pada saat mengucapkan salam yang pertama dan menengokkan wajah ke kiri pada saat mengucapkan salam yang kedua.

Setelah selesai mengerjakan dua raka’at salam, lalu mulai lagi mengerjakan dua raka’at salam berikutnya. Hanya pada kali ini bacaan setelah surat al-Fatihah pada rakaat kesatu disunnahkan membaca surat al-Kafirun dan bacaan setelah surat al-Fatihah pada raka’at kedua disunnahkan membaca surat al-Ikhlas.
Rakaat Ketiga
Berdiri tegak menghadap ke kiblat dengan membaca niat sholat sunnah dhuha.

Bacaan niat sholat sunnah dhuha :

Ushallii sunnatadh-Dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Dhuha, dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala.
Melakukan takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua tangan, dengan posisi kedua telapak tangan berada di samping telinga, seraya mengucapkan “Allaahu Akbar”.

Menyedekapkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan diatas tangan kiri seraya mengembangkan jari-jari tangan kanan dengan cara menggenggam tulang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan.

Setelah tangan berada pada posisi itu secara sempurna, hendaklah dibaca doa iftitah berikut ini:

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.
Artinya :
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).
Kemudian membaca surat al-Fatihah :

Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Dalam pelaksanaan sholat Dhuha, pada raka’at pertama, sesudah membaca surat al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat al-Kafirun.

Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul ya ayyuhal-kafirun. La a’budu ma ta’budun. Wa la antum ‘abiduna ma a’bud. Wa la ana ‘abidum ma ‘abattum. Wa la antum ‘abiduna ma’a’bud. Lakum dinukum wa liya din.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Kemudian melakukan ruku’. Yakni dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”, lalu badan membungkuk, kedua tangan memegang lutut, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:


Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan :


Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian membaca doa i’tidal

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.
Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Kemudian dilanjutkan dengan melakukan sujud, yakni meletakkan dahi ke bumi (lantai, tempat sholat), seraya membaca doa :


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan “Allaahu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna, hendaklah dibaca doa berikut ini :


Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya :
Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.
Lalu kembali melakukan sujud yang kedua kali.


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian bangun untuk berdiri tegak sambil membaca :

Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian membaca “Allahuakbar” dan dilanjutkan dengan bersedekap.

Rakaat Keempat
Kemudian membaca surat al-Fatihah :

Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Pada rakaat kedua setelah membaca surat al-Fatihah disunnahkan membaca surat al-Ikhlas.

Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Kemudian melakukan ruku’. Yakni dengan cara mengangkat kedua tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”, lalu badan membungkuk, kedua tangan memegang lutut, punggung dan kepala rata, kemudian membaca doa:


Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan i’tidal, yakni bangun dari ruku’ untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan :


Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya.
Kemudian membaca doa i’tidal

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.
Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Kemudian lanjut dengan melakukan sujud, yakni meletakkan dahi ke bumi (lantai, tampat sholat), seraya membaca doa :


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna, hendaklah dibaca doa berikut ini :


Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya :
Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.
Lalu kembali melakukan sujud yang kedua kali.


Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x
Kemudian melakukan duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahhud Akhir ini adalah, hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak. Hendaknya tangan yang kanan diletakkan di atas paha yang kanan, dengan posisi jari-jari yang menggenggam, kecuali jari telunjuk dan ibu jari, maka hendaklah kedua jari ini dibiarkan menjuntai (tidak dalam keadaan menggenggam). Lalu, hendaklah jari telunjuk ditegakkan ketika orang yang sholat mengucapkan kalimat “illallah”, bukan saat ia mengucapkan kalimat “laa ilaaha”. Pada sisi yang lain, hendaklah tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang. Bacaan dalam Tasyahhud Akhir ini adalah sebagai berikut :


At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin.
Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya :
Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) untuk Nabi Muhammad.
Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).
Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan salam (assalaamu’alaikum wa rahmatullaah), yang diikuti dengan menengokkan wajah ke kanan pada saat mengucapkan salam yang pertama dan menengokkan wajah ke kiri pada saat mengucapkan salam yang kedua.

Lalu, setelah selesai sholat, disunnahkan membaca do’a sebagai berikut :

Allahumma innadh-dhuhaa’a dhuhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata qawwatuka wal qudrataqudratuka wal ‘ishmataishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu wain kaana fil ardhi fa akhrijhu wa in kaana fil ma’i wal bahri fa athli’hu wa in kaana aajilan fa’ajjilhu wa in kaana mu’assaran fa yassirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu wa in kaana qaliilan fakatstsirhu wa in kaana katsiiran fa baarik lii fiihi wa aushilhu ilayya haitsumaa kuntu wa laa tanqulnii ilaihi haitsu kaana waj’al yadiyyal ‘ulyaa bil il’thaa’i wa laa taj’alhas-sufla bil isti’thaa’i, innaka ‘alaa kulli syai’in qadiirun bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika wa ‘ishmatika wa laa haula wa laa quwwata illaa bika atinii maa ataita bihi ‘ibaahakash-shaalihina wa shallallaahu ‘aala sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallama wal hamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiina.
Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang memiliki waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, kekuasaan dan pemeliharaan. Oleh karena itu Ya Allah, jika rezekiku ada di langit maka turunkanlah, jika ada di perut bumi maka keluarkanlah, jika ada di air dan lautan maka munculkanlah, jika lambat percepatlah, jika sulit permudahlah, jika haram sucikanlah, jika jauh dekatkanlah, jika sedikit perbanyaklah, jika banyak berkahkanlah, dan sampaikanlah kepadaku dimana saja aku berada. Janganlah Engkau pindahkan aku darinya. Dan jadikanlah tanganku berada di atas karena memberi, jangan Engkau jadikan tanganku di bawah karena meminta-minta (menjadi pengemis). Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan hak Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, kekuasaan-Mu dan perlindungan-Mu. Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu. Berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
0 komentar:
Posting Komentar